Teknik-teknik Dasar Induksi
Ada
enam teknik dasar induksi pada umumnya. Anda harus menggunakan uji
sugestibilitas sebelum melakukan induksi agar anda tahu, suyet termasuk tipe
sulit, moderat, atau gampang terhipnosis. Sebab, teknik-teknik dasar tersebut
mempunyai kaitan erat dengan tipe suyet. Sebelumnya, saya belum bisa memberikan
contoh script pada teknik-teknik dasar ini. Saya akan menjelaskannya terlebih
dahulu dan pada pekan mendatang saya akan melampirkan contoh scriptnya.
Enam
teknik dasar induksi antara lain :
1. Teknik Eye Fixation (Fiksasi
Mata)Dengan teknik ini, suyet diminta untuk berkonsentrasi pada sebuah
objek benda dengan fokus terus dengan objek tersebut. Objek yang bisa digunakan
adalah satu titik pandang, ujung jari telunjuk, cahaya, atau apa saja yang bisa
membuat suyet terfokus. Dengan fokus pada objek tersebut, mata suyet akan lelah.
Teknik ini memanfaatkan kebosanan pada pikiran sadar dan lengah.
2.
Teknik Relaxation or Fatigue of Nervous System (Relaksasi atau Kelelahan Sistem
Saraf)Semua teknik induksi dasarnya adalah membuat suyet merasakan
rileks yang dalam. Pada teknik ini, suyet diminta untuk merilekskan seluruh
tubuhnya. Mulai dari kepala, bahu, badan, tangan, kaki, hingga ujung kaki.
Dengan demikian tubuh akan benar-benar rileks.
3. Teknik Mental
Confusion (Membingungkan Pikiran)Teknik ini memanfaatkan kebingungan
pada pikiran sadar suyet sehingga pikiran sadar suyet lengah dan suyet masuk ke
dalam kondisi trance. Saat sibuk mengartikan makna dari ucapan
hipnotis (ucapannya memang dibuat untuk
membingungkan suyet), pikiran sadar suyet menjadi lengah. Cara lain adalah
dengan menginput banyak informasi secara berlebihan sehingga pikiran sadar
kebanjiran informasi.
4. Teknik Mental Misdiretion (Menyesatkan
Pikiran)Teknik ini biasanya digabung dengan Uji Sugestibilitas. Teknik
ini memanfaatkan respon fisik suyet terhadap yang diimajinasikan. Contohnya pada
Hand Locking Test, pada uji sugestibilitas ini biasanya langsung dikonversikan
ke dalam
hipnosis. Suyet diminta
untuk menggerakkan mata ke atas ke arah ubun-ubun dalam keadaan terpenjam dan
disugestikan bahwa mata suyet terkunci rapat.
5. Teknik Loss of
Equilibrium (Kehilangan Keseimbangan)Ini adalah teknik induksi dengan
cara menggoyang-goyangkan tubuh suyet agar masuk ke dalam trance. Ilustrasinya
adalah ibu yang menidurkan anaknya dengan mengayun-ayun si anak. Teknik ini
biasanya menggunakan kursi goyang atau yang bisa membuat tubuh suyet
goyang.
6. Teknik Shock to Nervous System (Kejutan pada Sistem
Saraf)Teknik ini biasanya digabungkan dengan teknik induksi lain.
Intinya adalah pertama, anda harus membuat pikiran sadar suyet bosan dan lengah.
Kedua, membuat pikiran sadar "kaget" atau terkejut. Caranya adalah dengan
membuat kejutan yang tak disangka oleh suyet. Bisa dengan jentikan jari atau
tepukan tangan secara mendadak. Kejutan dapat membuat gerbang pikiran bawah
sadar terbuka sementara. Oleh karena itu, kita harus dapat memanfaatkannya
dengan baik. Contoh sederhana adalah seperti ini, pada saat kita bertepuk tangan
(mengagetkan suyet) kita berkata : "TIDUR NYENYAK". Maka dengan spontan suyet
melakukan apa yang kita ucapkan. Teknik ini biasanya termasuk teknik induksi
cepat.
Demikian teknik-teknik dasar induksi yang perlu anda pelajari.
Prinsip dasar induksi adalah
Mem-by-pass pikiran sadar suyet ke pikiran bawah
sadar suyet.